Sabtu, 01 November 2014

TUGAS UTS

Nama              : Antonius Asin
Nim                 : 2013210016
Prodi               : Ilmu Administrasi Negara
Mata Kuliah     : Teori-teori sosial
Hakekat ilmu sosial merupakan membicaraan timbal balik antara manusia dan lingkunganya.
Hubungan ini dapat diwujudkan secara kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan demikian hakekat ilmu sosial memberikan pengetahuan dan pengetahuan tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap,persepsi dan penalaraan, kita dalam menghadapi lingkungan sosial Dalam kehidupan manusia yang berstatus makhluk sosial, manusia selalu di hadapkan berbagai masalah sosial. Masalah sosial pada hakekatnya merupakan bagian yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia karena masalah sosial telah terwujud dari kebudayaan itu sendiri, dari akibat hubungan-hubungannya dengan manusia yang lainya yang berkaitan dengan hubungan manusia dan dengan  konteks normatif di mana hubungan manusia itu terwujud.
Jika hakekat ilmu sosial di hubungankan dengan kompetensi dimana kita di ajarin dalam mendefikasi sebuah masalah dalam masyarakat terutama dalam memecah sebuah masalah jadi yang perlu kita perhatikan dalam memecahkan sebuah masalah yang terjadi yaitu memperhatikan akar darimana sebuah masalah itu terjadi. Dan jika bersandar pada teori interaksi simbolik yang merupakan hubungan antara simbol dan interaksi dan bertindak sebagai makna simbol yang merupakan refrentasi dari sebuah fenomena dimana simbol yang sudah di sepakati dari sebuah kelompok dan di gunakan untuk mencapai sebuah makna bersama yang penting untuk berinteraksi. Yang merupakan hubungan masyarakat dengan masyarakat lain yang selalu berinteraksi untuk menjalin suatu hubungan yang baik dan serasi.
Teori yang menjadi favorit teori Max Webber yang berkontrubusi “ satu pandangan tentang perkembangan masyarakat dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar dan selalu berinteraksi dengan masyarakat lainnya yang menjadi landasan dalam perkembangan masyarakat luas.


Sabtu, 05 Juli 2014

Human Relation

TUGAS U.A.S
MATA KULIAH : HUMAN RELATION
DOSEN : HAIRUL AMINULOH S,sos.MAP

HUMAN RELATION DAN PUBLIK RELATION
DALAM CITRAAN PEMERINTAHAN JOKOWI
  • Seperti yang kita ketahui citraan pemerintahan jokowi lebih kongrit di mana pemerintahan jokowi lebih mengarah pada pembangunan yang selalu mementingka kepentingan masyarakat luas yang menyangkut kepentingan bangsa dan Negara di lihat dari aspek moral jokowi dalam berkomunikasi dengan masyarakat lebih etis,ramah,sopan,menghargai dan menghormati pendapat dan keluhan masyarakat dan beliau tahu situasi dalam kehidupan masyarakt yang sedang di hadapi masyarakat Indonesia pada saat ini dan jokowi dengan mudah berinteraksi dengan masyarakat yang ada di sekitarnya terutama masyarakat golongan bawah pada umumnya. Untuk mengubah keadaan dan perkembagan dalam masyarakat jokowi tiodak sungkan turun kelapangan dan sering mengadakan dialong dengan masyarakat untuk mengetahui permasalahan yang di hadapi secara tatap muka untuk mengadakan dialong . di lihat dari sifat jokowi yang sederhana dan memiliki sikap terbuka karena dapat mengontrol dalam orientasi untuk memecahkan masalah dan berusaha mengubah keadaan dalam situasi yang sulit .
Hubungan masyarakat dengan jokowi ke depanya lebih erat satu sama lain, dimana sosok jokowi lebih merakyat dan selalu mendengar aspirasi rakyat untuk arah yang lebih baik untuk kepentingan bersama .
Masalah yang lebih rumit di hadapi jokowi kedepanya ialah pengaruh dari dalam (INTERNAL) dan pengaruh dari luas (EXTERNAL) yang di maksud pengaruh dari dalam yang rentan di hadapi dan memakan waktu yang lama yaitu masalah korupsi, pendidikan, kesehatan,infrastruktur jalan dll. Pengaruh dari luar yaitu masalah kebudayaan barat yang mulai masuk ke Indonesia (MODERNISASI) untuk mempengaruhi budaya asli Indonesia bukan hanya masalah dari luar selain modernisasi ada juga masalah pangan yang harus di hadapi pemerintahan jokowi dan masyarakat Indonesia ke depanya inilah saatnya pemerintahan jokowi benar-benar di uji.
KESIMPULAN
Seorang pemimpin yang selalu mendengar suara hati rakyatnya untuk mengubah nasib mereka dan selalu mendengar suara hatinya dalam bertindak dan menjalani komunikasi yang baik supaya amanah dari rakyat dapat di jalankan dengan baik.


Selasa, 17 Juni 2014

TUGAS ETIKA FILSAFAT KEPIMPINAN KE 4

NAMA : ANTONIUS ASIN
NIM : 2013210016
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

2.     Faktor-faktor yang mendukung seorang pemimpin melakukan perubahan yaitu untuk meningkatkan kinerja dalam roda kepimpinan yang telah di rencanakan sebelumnya karena sebelumnya seorang pemimpin telah menerapkan strategi bagaimnan cara melakukan perubahan yang mengarah pada arah yang benar untuk kepentingan bersama dan tidak merugikan orang lain karena setiap perubahan itu lahir dari ide-ide yang cemerlang seorang pemimpin / agen perubahan yang telah mengetahui seluk-beluk masalah yang akan di hadapi.

3.      Faktor-faktor penghambat seorang pemimpin dalam melakukan perubahan , ialah kurangnya pemahaman, selalu bertentangan dengan bawahanya, memiliki watak yang keras, turunnya rasa percaya diri, kurangnya keterampilan ( skill) yang di miliki dan pengetahuan yang dapat menghambat perubahan dalam rentang waktu yang lama.

4.     Untuk memecahkan kedua masalah di atas seorang pemimpin harus memiliki pengetahuaan yang luas, memiliki keterampilan, serta sikap dan selalu teguh pada pendirian tanpa ada paksaan dari bawahanya dan selalu mementingkan kebersamaan dalam menghadapi masalah.

Rabu, 21 Mei 2014

tugas 3 etika dan filsafat kepemimpinana




JAWABAN.(03)
Kompetensi etika filsafat kepimpinan yang saya capai dari sikap/ perilaku ialah Pendekatan seorang pemimpin di lihat dari segi sikap yaitu ramah, sopan santun, menati nilai, dan moral yang bersifat abstrak dan berkenaan dengan persoalan baik dan buruk Selain itu perlu dipelajari pula semua hal yang berhubungan sikap seorang pemimpin, di antaranya ialah mengenai sistematika , hubungan (pemahaman) , moral, dan nilai, hubungan antara sikap dan kepercayaan ( agama) kebebasan dan tanggung jawab, kode etik, etos kerja, serta suara hati dan selalu menjaga nama baik .
Ø  Pemimpin di lihat dari perilaku selalu mendengar Suara hati perlu diikuti karena suara hati merupakan suatu kekuatan yang selalu memperingatkan perbuatan buruk dan usaha mencegah perbuatan itu serta memerintahkan untuk melaksanakan kewajiban.  Sebagai contoh adalah ketika kita pernah berbuat buruk, sebenarnya ada sesuatu yang mengingatkan kita bahwa yang kita lakukan tidak benar. Hanya saja, terkadang manusia tidak mau mendengar suara hatinya. Suara hati cenderung benar. Hal ini berlaku bagi orang-orang yang memang biasa mengikuti kata hati yang benar. Untuk itu, suara hati tetap perlu untuk dibina agar sesuai dengan kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai pemimpin yang memiliki perilaku yang baik.
Kepemimpinan merupakan faktor penting yang paling menentukan berjalan atau tidaknya suatu organisasi atau lembaga. Karenanya kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi gagal atau tidaknya sebuah lembaga
1.  Di tangan pemimpin, aktifitas perencanaan program, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan sebagainya dialamatkan.
Semua jenis pemimpin melakukan tugas kepemimpinannya sesuai dengan bidangnya garapnya. Bidang yang menjadi garapannya seringkali membedakan pemimpin satu dengan pemimpin lainnya. Dari sini dapat dimaklumi bahwa lahirnya pemimpin ada dimana mana, baik dalam komunitas besar maupun kecil. Fenomena ini menandakan bahwa tidak ada suatu kelompok masyarakat tanpa pemimpin, kalau memang di sana masih ada pihak-pihak yang dipengaruhi dan diarahkan.
2 . Perilaku pemimpin secara eliditas harus dapat mendorong kinerja staf dan para bawahannya dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan penuh pertimbangan terhadap semua pihak, baik sebagai individu maupun kelompok. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasi dalam peranan dan tugas-tugas para staf.
Dengan demikian, keberadaan seorang pemimpin dalam setiap lembaga termasuk di dalamnya lembaga pendidikan dalam tugas dan fungsinya dituntut untuk memiliki kebijaksanaan dan wawasan yang luas, terampil dalam berbagai disiplin ilmu. Pola kepemimpinan pun juga akan berpengaruh dan bahkan menentukan terhadap kemajuan sebuah lembaga pendidikan
3.Terlebih dalam lembaga pendidikan Islam, selain memiliki wawasan dan kebijaksanaan, seorang pemimpin dituntut terampil dalam ilmu agama, mampu menanamkan sikap dan pandangan serta wajib menjadi suri tauladan pemimpin yang baik

3.   
DESKRIPSINYA : perlu kita di ketahui tentang sifat perangi seorang pemimpin itu yang di liht dari sifat- sifat sebagai berikut :
a.       Taqwa yang artinya   seorang pemimpin yang bertaqwa kepada TuhanYang Maha Esa dan selalu menjalan kan ibadah untuk menenang kan hati dari hawa nafsu atau fikiran negatif.
b.      Cakap yang artinya seorang pemimpin yang arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan untuk menyelesaiakan masalah  dan selalu  menjadi contoh yng baik untuk masyarakat.
c.        Cerdik yang artinya seorang pemimpin harus bisa menjalankan roda kepimpinan yang telah di jalan kan.
d.       Berilmu yang artinya seorang pemimpin telah berfikir yang lebih luas kedepanya dalam menjalankan roda kepimpinan yang telah di titipkan oleh masyarakat / amanah .
e.       Memiliki rasa tanggung jawab seorang pemimpin itu harus bertanggung jawab atas segala tindakan atau keputusan yang dia ambil agar tidak merugikan kinerja ke depan nya atau merugikan masyarakat.
f.       Jujur seorang pemimpin itu di lihat dari kejujuran nya bagaimana karena pemimpin lah yang di jadikan contoh untuk figur-figur ke depanya agar bisa menjadi contoh yang baik.
g.      Disiplin seorang pemimpin harus di siplin dengan baik menaati aturan-aturan yang telah di sepakati bersama agar tidak menjadi bahan omongan orang lain.
h.      Berdaya tanggap tajam yang artinya segala sesuatu harus di fikirkan dengan matang-matang
i.        Setia seorang pemimpin yang setia harus mengontrol bawahan dan selalu memberikan hal yang positif pada bawahan nya.
j.        Efisen seorang pemimpin yang pandai membagi waktu yang telah di tentuka


JAWABAN. (01)
Kompetensi yang saya inginkan dari  pendekatan  ilmu / pengetahuan.
Pertama : Kepemimpinan merupakan faktor penting yang paling menentukan berjalan atau tidaknya suatu organisasi atau lembaga. Karenanya kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi gagal atau tidaknya sebuah lembag
Di tangan pemimpin, aktifitas perencanaan program, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan sebagainya dialamatkan. Semua pemimpin melakukan tugas kepemimpinannya sesuai dengan bidangnya garapnya. Bidang yang menjadi garapannya seringkali membedakan pemimpin satu dengan pemimpin lainnya. Dari sini dapat dimaklumi bahwa lahirnya pemimpin ada dimana mana, baik dalam komunitas besar maupun kecil. Fenomena ini menandakan bahwa tidak ada suatu kelompok masyarakat tanpa pemimpin, kalau memang di sana masih ada pihak-pihak yang dipengaruhi dan diarahkan Perilaku pemimpin secara eliditas harus dapat mendorong kinerja staf dan para bawahannya dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan penuh pertimbangan terhadap semua pihak, baik sebagai individu maupun kelompok. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasi dalam peranan dan tugas-tugas para staf.

Kedua : Dengan demikian, keberadaan seorang pemimpin dalam setiap lembaga termasuk di dalamnya lembaga pendidikan dalam tugas dan fungsinya dituntut untuk memiliki kebijaksanaan dan wawasan yang luas, terampil dalam berbagai disiplin ilmu. Pola kepemimpinan pun juga akan berpengaruh dan bahkan menentukan terhadap kemajuan sebuah lembaga pendidikan.
Terlebih dalam lembaga pendidikan Islam, selain memiliki wawasan dan kebijaksanaan, seorang pemimpin dituntut terampil dalam ilmu agama, mampu menanamkan sikap dan pandangan serta wajib menjadi suri tauladan pemimpin yang baik.
Toh demikian, bukan berarti masalah kepemimpinan kependidikan tidak ada. Berbagai pendekatan dalam memecahkan masalah kepemimpinan telah dilakukan. pendekatan pertama, yaitu pendekatan sifat yang menfokuskan pada karakteristik pribadi pemimpin. pendekatan kedua, yaitu pendekatan perilaku dalam hubungannya dengan bawahannya. pendekatan ketiga, perilaku seorang pemimpin dengan karakteristik situasional.
Dan pendekatan yang ketiga inilah yang akan saya paparkan dalam upaya untuk mencari “Model Kepemimpinan Berdasarkan Teori Situasional”. Karena pandangan situasi mengasumsikan bahwa kondisi menentukan efektifitas pemimpin bervariasi menurut situasi, keterampilan dan harapan bawahan, lingkungan organisasi, pengalaman masa lalu pemimpin dan bawahan.
Lebih dari itu, berdasarkan teori ini ciri khas yang ada adalah “kematangan” pada anak buah.

JAWABAN (02)
Kompetensi yang saya capai dalam etika filsafat kepimpinan .
Pertama : pengetahuan ( knowledge) seorang pemimpin yang telah mempunyai kemampuan yang matang dan luas dalam menjalankan sebuah lembaga yang menentukan apakah pemimpin itu berhak dalam menjalan kan roda kepimpinan nya yang telah di berikan oleh msyarakat.
Kedua : Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi dan keterampilan yang di miliki oleh pemimpin tersebut karena keterampil lah yang  menentukan apakah seorang pemimpin itu mampu menjalani rod kepimpinan.
Di lihat dari perangai seorang pemimpin yang dapat memberi contoh yang baik kepada anak buahnya serta bawahan yang  telah memberikan aspek tertentu yang lebih berharga. Hubungan antar pemimpin dengan bawahan yang baik dalam memberi dukungan  dan moral yang di berikan ts segala yang telah di dapat dari keterampilan tersebut karena keterampilan ( skill ) yang di perlukan dalam memberi segala sesuatu yang terbaik untuk masyarakat untuk kedepanya.

JAWABAN (04)
  
Model etika filsafat kepimpinan yang saya capai.
Ø  Berani dalam bertindak
Ø  Mengambil keputusan dengan tepat
Ø  Berakhlak mulia
Ø  Sabar dalam menghadapi permasalahan yang dating baik itu dari dalam maupun dari luar.
Ø  Memiliki rasa tangung jawab yang besar
Ø  Memiliki pengetahuan yang luas.
Ø  Memiliki sikap yang ramah dalam membimbing bawahan
Ø  Memiliki aturan yang mengingat dengan adanya waktu memiliki pribadi yang unik serta selalu mengarah kepada hal yang positif