JAWABAN.(03)
Kompetensi etika
filsafat kepimpinan yang saya capai dari sikap/ perilaku ialah Pendekatan seorang pemimpin di lihat dari segi sikap yaitu
ramah, sopan santun, menati nilai, dan moral yang bersifat abstrak dan
berkenaan dengan persoalan baik dan buruk Selain
itu perlu dipelajari pula semua hal yang berhubungan sikap seorang pemimpin, di
antaranya ialah mengenai sistematika , hubungan (pemahaman) , moral, dan nilai,
hubungan antara sikap dan kepercayaan ( agama) kebebasan dan tanggung jawab,
kode etik, etos kerja, serta suara hati dan selalu menjaga nama baik .
Ø Pemimpin di lihat dari perilaku selalu mendengar Suara hati
perlu diikuti karena suara hati merupakan suatu kekuatan yang selalu
memperingatkan perbuatan buruk dan usaha mencegah perbuatan itu serta
memerintahkan untuk melaksanakan kewajiban. Sebagai contoh adalah ketika
kita pernah berbuat buruk, sebenarnya ada sesuatu yang mengingatkan kita bahwa
yang kita lakukan tidak benar. Hanya saja, terkadang manusia tidak mau mendengar
suara hatinya. Suara hati cenderung benar. Hal ini berlaku bagi orang-orang
yang memang biasa mengikuti kata hati yang benar. Untuk itu, suara hati tetap
perlu untuk dibina agar sesuai dengan kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai
pemimpin yang memiliki perilaku yang baik.
Kepemimpinan merupakan faktor penting
yang paling menentukan berjalan atau tidaknya suatu organisasi atau lembaga.
Karenanya kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi
gagal atau tidaknya sebuah lembaga
1. Di tangan pemimpin,
aktifitas perencanaan program, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan,
evaluasi dan sebagainya dialamatkan.
Semua jenis pemimpin melakukan tugas
kepemimpinannya sesuai dengan bidangnya garapnya. Bidang yang menjadi
garapannya seringkali membedakan pemimpin satu dengan pemimpin lainnya. Dari
sini dapat dimaklumi bahwa lahirnya pemimpin ada dimana mana, baik dalam
komunitas besar maupun kecil. Fenomena ini menandakan bahwa tidak ada suatu
kelompok masyarakat tanpa pemimpin, kalau memang di sana masih ada pihak-pihak
yang dipengaruhi dan diarahkan.
2 . Perilaku pemimpin secara eliditas harus dapat mendorong kinerja
staf dan para bawahannya dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan penuh
pertimbangan terhadap semua pihak, baik sebagai individu maupun kelompok.
Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara
langsung diklarifikasi dalam peranan dan tugas-tugas para staf.
Dengan demikian, keberadaan seorang
pemimpin dalam setiap lembaga termasuk di dalamnya lembaga pendidikan dalam
tugas dan fungsinya dituntut untuk memiliki kebijaksanaan dan wawasan yang
luas, terampil dalam berbagai disiplin ilmu. Pola kepemimpinan pun juga akan
berpengaruh dan bahkan menentukan terhadap kemajuan sebuah lembaga pendidikan
3.Terlebih dalam lembaga pendidikan Islam, selain memiliki wawasan
dan kebijaksanaan, seorang pemimpin dituntut terampil dalam ilmu agama, mampu
menanamkan sikap dan pandangan serta wajib menjadi suri tauladan pemimpin yang
baik
3.
DESKRIPSINYA : perlu
kita di ketahui tentang sifat perangi seorang pemimpin itu yang di liht dari
sifat- sifat sebagai berikut :
a. Taqwa yang artinya
seorang pemimpin yang bertaqwa kepada TuhanYang Maha Esa dan selalu
menjalan kan ibadah untuk menenang kan hati dari hawa nafsu atau fikiran
negatif.
b. Cakap yang artinya seorang pemimpin yang arif dan bijaksana
dalam mengambil keputusan untuk menyelesaiakan masalah dan selalu
menjadi contoh yng baik untuk masyarakat.
c. Cerdik yang artinya
seorang pemimpin harus bisa menjalankan roda kepimpinan yang telah di jalan
kan.
d. Berilmu yang artinya seorang
pemimpin telah berfikir yang lebih luas kedepanya dalam menjalankan roda
kepimpinan yang telah di titipkan oleh masyarakat / amanah .
e. Memiliki rasa tanggung jawab seorang pemimpin itu harus
bertanggung jawab atas segala tindakan atau keputusan yang dia ambil agar tidak
merugikan kinerja ke depan nya atau merugikan masyarakat.
f. Jujur seorang pemimpin itu di lihat dari kejujuran nya bagaimana
karena pemimpin lah yang di jadikan contoh untuk figur-figur ke depanya agar
bisa menjadi contoh yang baik.
g. Disiplin seorang pemimpin harus di siplin dengan baik menaati
aturan-aturan yang telah di sepakati bersama agar tidak menjadi bahan omongan
orang lain.
h. Berdaya tanggap tajam yang artinya segala sesuatu harus di
fikirkan dengan matang-matang
i.
Setia seorang pemimpin
yang setia harus mengontrol bawahan dan selalu memberikan hal yang positif pada
bawahan nya.
j.
Efisen seorang pemimpin
yang pandai membagi waktu yang telah di tentuka
JAWABAN.
(01)
Kompetensi
yang saya inginkan dari pendekatan ilmu / pengetahuan.
Pertama : Kepemimpinan
merupakan faktor penting yang paling menentukan berjalan atau tidaknya suatu
organisasi atau lembaga. Karenanya kepemimpinan merupakan salah satu faktor
penting yang mempengaruhi gagal atau tidaknya sebuah lembag
Di tangan pemimpin, aktifitas
perencanaan program, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan
sebagainya dialamatkan. Semua pemimpin melakukan tugas kepemimpinannya sesuai
dengan bidangnya garapnya. Bidang yang menjadi garapannya seringkali membedakan
pemimpin satu dengan pemimpin lainnya. Dari sini dapat dimaklumi bahwa lahirnya
pemimpin ada dimana mana, baik dalam komunitas besar maupun kecil. Fenomena ini
menandakan bahwa tidak ada suatu kelompok masyarakat tanpa pemimpin, kalau
memang di sana masih ada pihak-pihak yang dipengaruhi dan diarahkan Perilaku
pemimpin secara eliditas harus dapat mendorong kinerja staf dan para bawahannya
dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan penuh pertimbangan terhadap
semua pihak, baik sebagai individu maupun kelompok. Perilaku instrumental
merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasi
dalam peranan dan tugas-tugas para staf.
Kedua : Dengan demikian,
keberadaan seorang pemimpin dalam setiap lembaga termasuk di dalamnya lembaga
pendidikan dalam tugas dan fungsinya dituntut untuk memiliki kebijaksanaan dan
wawasan yang luas, terampil dalam berbagai disiplin ilmu. Pola kepemimpinan pun
juga akan berpengaruh dan bahkan menentukan terhadap kemajuan sebuah lembaga
pendidikan.
Terlebih dalam lembaga pendidikan
Islam, selain memiliki wawasan dan kebijaksanaan, seorang pemimpin dituntut
terampil dalam ilmu agama, mampu menanamkan sikap dan pandangan serta wajib
menjadi suri tauladan pemimpin yang baik.
Toh demikian, bukan berarti masalah
kepemimpinan kependidikan tidak ada. Berbagai pendekatan dalam memecahkan
masalah kepemimpinan telah dilakukan. pendekatan pertama, yaitu pendekatan
sifat yang menfokuskan pada karakteristik pribadi pemimpin. pendekatan
kedua, yaitu pendekatan perilaku dalam hubungannya dengan
bawahannya. pendekatan ketiga, perilaku seorang pemimpin dengan
karakteristik situasional.
Dan pendekatan yang ketiga inilah yang
akan saya paparkan dalam upaya untuk mencari “Model Kepemimpinan Berdasarkan
Teori Situasional”. Karena pandangan situasi mengasumsikan bahwa kondisi
menentukan efektifitas pemimpin bervariasi menurut situasi, keterampilan dan
harapan bawahan, lingkungan organisasi, pengalaman masa lalu pemimpin dan
bawahan.
Lebih dari itu, berdasarkan teori ini
ciri khas yang ada adalah “kematangan” pada anak buah.
JAWABAN
(02)
Kompetensi
yang saya capai dalam etika filsafat kepimpinan .
Pertama : pengetahuan ( knowledge) seorang pemimpin
yang telah mempunyai kemampuan yang matang dan luas dalam menjalankan sebuah lembaga
yang menentukan apakah pemimpin itu berhak dalam menjalan kan roda kepimpinan
nya yang telah di berikan oleh msyarakat.
Kedua : Keberhasilan
pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi
dan keterampilan yang di miliki oleh pemimpin tersebut karena keterampil lah
yang menentukan apakah seorang pemimpin
itu mampu menjalani rod kepimpinan.
Di
lihat dari perangai seorang pemimpin yang dapat memberi contoh yang baik kepada
anak buahnya serta bawahan yang telah
memberikan aspek tertentu yang lebih berharga. Hubungan
antar pemimpin dengan bawahan yang baik dalam memberi dukungan dan moral yang di berikan ts segala yang
telah di dapat dari keterampilan tersebut karena keterampilan ( skill ) yang di
perlukan dalam memberi segala sesuatu yang terbaik untuk masyarakat untuk
kedepanya.
JAWABAN
(04)
Model etika filsafat kepimpinan yang saya capai.
Ø
Berani
dalam bertindak
Ø
Mengambil
keputusan dengan tepat
Ø
Berakhlak
mulia
Ø
Sabar
dalam menghadapi permasalahan yang dating baik itu dari dalam maupun dari luar.
Ø
Memiliki
rasa tangung jawab yang besar
Ø
Memiliki
pengetahuan yang luas.
Ø
Memiliki
sikap yang ramah dalam membimbing bawahan
Ø
Memiliki
aturan yang mengingat dengan adanya waktu memiliki pribadi yang unik serta
selalu mengarah kepada hal yang positif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar